Hubungan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Konsumsi Tablet Tambah Darah Terhadap Kejadian Anemia Di Puskesmas Plered Kabupaten Cirebon
Anemia pada kehamilan merupakan masalah Kesehatan yang umum terjadi sehingga dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin. Di wilayah kerja Puskesmas Plered, dari 82 ibu hamil trimester III hingga April 2026 terdapat 10 ibu yang teridentifikasi mengalami anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control terhadap 50 ibu hamil trimester III. Data kepatuhan diperoleh melalui lembar pemantauan konsumsi TTD, sedangkan status anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin yang tercatat pada buku KIA dan rekam medis. Analisis pada penelitian ini dilakukan secara univariat dengan hasil sebanyak 40 responden (80%) patuh mengonsumsi TTD dan 10 responden (20%) tidak patuh serta kejadian anemia ditemukan pada 10 responden (20%) dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan hasil p=0,000 sehingga terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Abstract Anemia during pregnancy is a common health problem that may increase the risk of complications for both mothers and fetuses. In the working area of Plered Community Health Center, among 82 third-trimester pregnant women as of April 2026, 10 were identified as having anemia. This study aimed to analyze the relationship between adherence to iron and folic acid tablet (IFA) consumption and the occurrence of anemia among pregnant women. An observational analytic study with a case-control approach was conducted involving 50 third-trimester pregnant women. Adherence to IFA consumption was assessed using an IFA consumption monitoring form, while anemia status was determined based on hemoglobin levels recorded in the Maternal and Child Health (MCH) handbook and medical records. Univariate analysis showed that 40 respondents (80%) were adherent to IFA consumption, while 10 respondents (20%) were non-adherent. Anemia was identified in 10 respondents (20%). Bivariate analysis using the Chi-square test demonstrated a statistically significant association between adherence to IFA consumption and the occurrence of anemia (p = 0.000). These findings indicate that adherence to iron and folic acid supplementation is significantly associated with the occurrence of anemia among pregnant women.