Hubungan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Dengan Status Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasawahan Kabupaten Kuningan
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor yang berhubungan dengan stunting adalah riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan riwayat BBLR dengan status stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pasawahan Kabupaten Kuningan. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel berjumlah 750 balita usia 12–59 bulan, terdiri atas 150 balita stunting sebagai kasus dan 600 balita tidak stunting sebagai kontrol (1:4). Data diperoleh dari aplikasi e-PPGM (Sigizi Kesga) tahun 2024–2025 dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio (OR). Hasil: Sebanyak 710 balita (94,7%) tidak memiliki riwayat BBLR dan 40 (5,3%) memiliki riwayat BBLR. Terdapat hubungan signifikan antara riwayat BBLR dan stunting (p<0,001), dengan OR 6,45 (95% CI 3,284–12,678). Kesimpulan: Riwayat BBLR berhubungan signifikan dengan stunting. Pencegahan perlu dimulai sejak kehamilan melalui pelayanan antenatal, pemantauan gizi ibu, pencegahan BBLR, dan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Abstract Background: Stunting is a chronic nutritional problem affecting physical growth, cognitive development, productivity, and human resource quality. One factor associated with stunting is a history of Low Birth Weight (LBW). This study aimed to determine the association between LBW history and stunting among children under five in the working area of Pasawahan Community Health Center, Kuningan Regency. Methods: This observational analytic study used a case-control design. The sample comprised 750 children aged 12–59 months, including 150 stunted children as cases and 600 non-stunted children as controls (1:4). Data were obtained from the e-PPGM (Sigizi Kesga) application for 2024–2025 and analyzed using univariate and bivariate analyses with the chi-square test and Odds Ratio (OR). Results: A total of 710 children (94.7%) had no LBW history, while 40 (5.3%) had a history of LBW. LBW history was significantly associated with stunting (p<0.001), with an OR of 6.45 (95% CI 3.284–12.678). Conclusion: LBW history was significantly associated with stunting. Prevention should begin during pregnancy through antenatal care, maternal nutritional monitoring, prevention of LBW, and interventions during the first 1,000 days of life.