CERDAS ANGGARAN, SEHATKAN GENERASI: PENYUSUNAN RAB PMT BAGI KADER KAMPUNG SAEFEN 42
Abstrak: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan salah satu upaya dalam mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting pada balita dan ibu hamil. Program PMT membutuhkan perencanaan anggaran yang baik agar penggunaan dana dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Permasalahan yang dihadapi oleh kader kesehatan yaitu keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) PMT dan menu PMT. Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penyusunan RAB PMT melalui metode partisipatif berbasis solusi melalui edukasi, diskusi, tanya jawab, dan simulasi penyusunan RAB PMT. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Juni 2026 di Kampung Saefen-42 dan diikuti oleh 10 orang kader kesehatan. Evaluasi menggunakan kuesioner dengan 10 pertanyaan Pretest dan Post-test, Hasil Pretest sebanyak 60% kader memiliki pengetahuan baik dan setelah posttest terjadi peningkatan menjadi 90% pengetahuan baik. Dengan demikian, terjadi peningkatan pengetahuan baik sebesar 30 poin persentase atau meningkat sebesar 50%. Kegiatan edukasi yang dipadukan dengan diskusi, handbook, dan simulasi mampu meningkatkan pemahaman kader mengenai penyusunan RAB PMT.Abstract: Supplementary Feeding (Pemberian Makanan Tambahan/PMT) is one of the strategies to support nutritional adequacy and prevent stunting among children under five and pregnant women. The PMT program requires sound budget planning to ensure that funds are utilized effectively and efficiently. The main problem in Saefen 42 Village is that health cadres have limited knowledge and skills in preparing PMT Budget Plans (Rencana Anggaran Biaya/RAB) and PMT menus. This activity aimed to improve the knowledge and skills of health cadres in Saefen 42 Village in preparing PMT Budget Plans through a solution-based participatory approach involving education, discussions, question-and-answer sessions, and PMT budget planning simulations. The activity was conducted on June 2, 2026, in Saefen 42 Village and involved 10 health cadres. Evaluation was conducted using a pretest questionnaire. The results showed that 60% of cadres had a good level of knowledge at the pre-test, which increased to 90% at the post-test. Thus, the proportion of cadres with good knowledge increased by 30 percentage points, representing a 50% relative increase. The combination of education, handbook-based learning, discussions, and practical simulations effectively improved cadres’ understanding of PMT budget planning.