Faktor Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Lengkap Pada Balita Posyandu RW 17 Desa Serang Mekar Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung
Imunisasi merupakan upaya preventif penting dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Meskipun program imunisasi telah dilaksanakan secara rutin, cakupan imunisasi dasar lengkap di beberapa daerah masih belum optimal, termasuk di Desa Serang Mekar, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor ibu dalam pemberian imunisasi lengkap pada balita di Posyandu RW 17. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional . Data diperoleh dari data sekunder dan wawancara menggunakan kuesioner kepada ibu balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ibu paling banyak didapat ibu yang memiliki Pendidikan SD, pekerjaan ibu paling banyak didapat pada ibu yang bekerja, jumlah anak (paritas) paling banyak didapat pada ibu grande multipara. Oleh karena itu, peningkatan edukasi kesehatan dan penguatan dukungan ibu sangat diperlukan guna meningkatkan cakupan imunisasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dan pemerintah dalam merancang intervensi yang tepat. Abstract Immunization is a crucial preventive effort to reduce morbidity and mortality caused by Vaccine-Preventable Diseases (VPD). Although routine immunization programs have been implemented, the coverage of complete basic immunization in several regions remains suboptimal, including in Serang Mekar Village, Ciparay Subdistrict, Bandung Regency. This study aims to determine maternal factors in providing complete immunization toddlers at Posyandu RW 17. The research design used is descriptive quantitative with a cross-sectional approach. Data were obtained through secondary data extraction and structured questionnaires for mothers of toddlers. The results of the study showed that the highest maternal education was obtained by mothers who had elementary school education, the highest maternal occupation was obtained by working mothers, the highest number of children (parity) was obtained by grande multipara mothers. Therefore, enhancing maternal health education and strengthening family involvement are essential to improve immunization coverage. This study is expected to serve as a reference for health workers and policymakers in designing effective interventions to increase immunization rates.